08 Juli 2009

Fakta dan Mitos Tentang Cokelat

Beberapa mitos buruk memang masih mengelilingi cokelat. Selain mereka yang sudah berumur dan memiliki banyak pantangan, berikut ini kita mencoba meluruskan mitos tentang cokelat….


Fakta 1 : Cokelat mengandung antioksidan yang berkhasiat

Beberapa jenis bubuk cocoa dan cokelat (terutama dark chocolate) kaya substansi antioksidan polifenol (flavonoid), komponen berkhasiat yang dapat mengurangi resiko berkembangnya penyakit kardiovaskular.


Fakta 2 : Cokelat tidak menyebabkan jerawat

Mitos yang beredar, bahwa banyak makan cokelat mempermudah munculnya jerawat. Itu sebabnya banyak anak muda yang takut makan cokelat karena takut berjerawat.

Faktanya belum ada bukti yang menjelaskan bahwa cokelat dapat menimbulkan jerawat. Yang jelas, jerawat disebabkan oleh berbagai hal, misalnya produksi hormon saat menginjak remaja (13-15 tahun). Peningkatan hormon tersebut menyebabkan kelenjar mengeluarkan sebum yang mengalir ke permukaan kulit. Kalau aliran ini tersekat, sebum terkumpul lalu membentuk jerawat. Pola makan yang kurang zat besi atau banyak iodine dan saat stress juga merupakan penyebab jerawat.

Pensylvania School of Medicine dan penelitian lain oleh US Naval Academy menyatakan kalau mengkonsumsi cokelat tidak menyebabkan jerawat. Penelitian melibatkan sejumlah responden yang mendapatkan menu makanan terawasi plus tambahan jatah cokelat, sementara responden lainnya tidak mendapatkan cokelat.

Hasilnya, tidak ada perbedaan nyata terhadap pertumbuhan jerawat pada responden pemakan cokelat maupun yang tidak. Dengan demikian, cokelat sesungguhnya tidak layak dipersalahkan sebagai penyebab utama munculnya jerawat. Bahkan para peneliti menegaskan kesimpulannya bahwa secara umum makanan bukanlah pemicu utama jerawat.

Ensiklopedia Dermatologi juga menjelaskan dengan tepat bahwa makanan tidak berhubungan dengan jerawat. Jadi para remaja tidak perlu menahan diri lagi untuk memakan cokelat kegemaran mereka.


Fakta 3 : cokelat tidak menggemukan

Cokelat tidak bisa menyebabkan obesitas. Kalori dari cokelat hanya memberikan sekitar 0.7 – 1.4 persen kalori dari rata-rata diet. Jadi bukan cokelat yang menyebabkan kegemukan, melainkan kelebihan kalori yang tidak terbakar akibat aktivitas fisik yang kurang menurut American Journal Of Clinical Nutrition tahun 1994.

Lagipula, tak ada bahan makanan tertentu yang bisa menggemukkan badan, kecuali jika kita makan berlebih. Kalau makan hanya 1-2 batang cokelat sehari tidak masalah. Pola makan secara keseluruhan (terutama yang tinggi kalori) yang patut dipersalahkan, ditambah gaya hidup yang kurang berolahraga.


Fakta 4 : pengidap diabetes boleh makan cokelat

Produk khusus untuk penderita diabetes tidak menawarkan kelebihan tertentu kepada mereka dibandingkan dengan makanan biasa. Justru pengidap diabetes boleh menikmati cokelat, tetapi secara bijak dan secukupnya, mengikuti nasehat para pakar gizi.


Fakta 5 : cokelat tidak menyebabkan kerusakan gigi

Cokelat mengandung polyhydroxyphenol yang mencegah berkembangnya mikroba dalam mulut. Cokelat juga mengandung flour yang baik untuk gigi serta fosfat yang menetralkan keasaman yang ditimbulkan oleh gula. Malas menggosok gigi setelah memakan cokelat adalah penyebab gigi rusak.

Tim peneliti dari Eastman Dental Center, Rochester, AS, menyebutkan cokelat mampu menjegal perkembangan bakteri mulut penyebab kerusakan gigi, berkat kandungan fosfatnya yang tinggi. Dari sekian jenis cokelat olahan, cokelat susu memiliki kemampuan paling rendah dalam mengendalikan bakteri. Karena cokelat susu mengandung campuran cocoa paling sedikit.


Fakta 6 : cokelat tidak terbukti menyebabkan sakit kepala migren

Beberapa makanan memang dianggap sebagai pemicu migren. Suatu penelitian menunjukkan bahwa cokelat tidak signifikan menyebabkan migren. Pada penelitian yang diadakan di Pittsburgh State University, penyebab migren ternyata berhubungan dengan kadar hormone dan para peneliti tetap melanjutkan penyebab migren tersebut.


Fakta 7 : cokelat tidak menyebabkan sakit jantung

Cokelat juga sering disalahkan karena dapat menyebabkan sakit jantung. Padahal penyebab utama timbulnya penyakit jantung adalah gaya hidup yang tidak sehat dan kurang olahraga. Sebaliknya, cokelat mengandung antioksidan yang mampu mengurangi oksidasi kolesterol LDL. Hasil kajian terkini menunjukkan bahwa asam stearat, lemak dalam cokelat tidak berpengaruh kepada kolesterol.

Selain itu, untuk menjaga kesehatan, kta harus makan banyak serat dan karbohidrat kompleks, dan kurangi lemak serta gula, juga senantiasa berolahraga. Konsumsi cokelat dalam jumlah sedikit sebagai bagian diet seimbang tidak akan menimbulkan masalah kepada jantung.


Fakta 8 : cokelat menguatkan mood

Cokelat dapat mencetuskan reaksi positif terhadap kimia otak dan diketahui dapat memperbaiki mood seseorang. Aroma, khas dan kelezatan cokelat memberikan kenikmatan yang sulit digambarkan.

Saat makan cokelat, kita bisa mengeluarkan suatu komponen kimia yang dapat mengurangi rasa sakit dan meningkatkan mood serta perasaan happy. Kemungkinan gabungan rasa, kandungan khasiat dan ramuan psikoaktif cokelat menjadi penyebabnya. Ini bermakna, cokelat hadiah sempurna.


Fakta 9 : cokelat mengandung nutrisi yang dibutuhkan semua orang

Cokelat tidak hanya enak, tapi juga mengandung banyak nutrisi. Cokelat juga merupakan sumber tembaga yang baik. Cokelat dengan almond atau kacang tanah akan meningkatkan nilaoi gizinya, terutama protein.


Fakta 10 : cokelat dapat menyembuhkan diare

Cokelat hitam dapat membantu penyembuhan diare menurut laporan Children’s Hospital & Research Center Oakland tahun 2005. Penelitian yang dilakukan oleh para peneliti tersebut menemukan bahan kimia dalam biji kakao dapat mengurangi perkembangan cairan yang menyebabkan diare.

Biji kakao mengandung flavonoid yan bisa dijadikan suplemen alami untuk mengurangi gejala diare. Cokelat hitam mengandung sejumlah besar cocoa yang dapat mengurangi sakit. Hal ini disebabkan karena flavonoid dalam cocoa dapat berikatan dan menghambat protein dalam usus kecil yang disebut CFTR yang dapat mengatur sekresi cairan pada usus kecil.


Fakta 11 : cokelat menghentikan batuk kronis

Cokelat dapat mengobati batuk? Menurut ahli zat kimia, cokelat lebih baik dalam menyembuhkan batuk dibanding dengan obat batuk. Hal ini didasari pada sebuah senyawa yang disebut theobromine yang dapat mencegah batuk.

Para peneliti dari Imperial College London menemukan bahwa theobromine yang ditemukan dalam cocoa hampir 1/3 lebih efektif dalam menghentikan batuk tak berhenti dibanding codeine.

Cokelat

Anda suka cokelat? Sepertinya hampir semua orang menyukainya. Tak salah bila disebut bahwa cokelat itu anugrah, bahkan menggilai cokelat terbukti memberikan banyak keuntungan. Sayangnya selama ini cokelat terlanjur di cap jahat. Padahal yang membuatnya terkesan demikian adalah kawan-kawannya, seperti gula, margarine, krim, susu. Sete;ah mereka bersekutu menjadi kue lezat seperti brownies atau black forest, sifat baik cokelat jadi tertutupi.

Cokelat pernah dituduh sebagai penyebab obesitas karena kandungan lemak, kalori, dan gulanya. Tetapi pada tahun 2001, The American Cocoa Research Institute menemukan bukti bahwa cokelat bubuk dan dark chocolate justru bisa mendorong terbentuknya kolesterol baik di dalam tubuh hingga 4%. Ini karena cokelat mengandung flavonoid dan polifenol, yang merupakan anti oksidan yang bisa menurunkan kadar kolesterol, mengurangi resiko tekanan darah tinggi, mengurangi efek penuaan, juga membersihkan radika bebas dari dalam tubuh.

Pada dasarnya cokelat sesungguhnya baik, kecuali kalorinya saja yang tinggi. Setiap 100 gram cokelat bubuk menyimpan 298 kalori, sebagian besar merupakan sumbangan kalori dari 23.8 gram lemak baik.

Selain itu, supaya tidak rancu, istilah cokelat (chocolate) dipakai untuk menunjukkan hasil olahan bubuk cocoa, yang diambil dari biji pohon Kakao. Biji kakao mengandung sekitar 600 komponen kimia dan sekitar 230 dianggap bermanfaat bagi kesehatan. Kebanyakan dari komponen ini berupa flavonoid yang mampu bertindak sebagai antioksidan.

Antioksidan adalah zat pencegah oksigen bergabung dengan zat lain untuk menimbulkan kerusakan pada sel-sel tubuh. Di dalam darah, antioksidan akan membersihkan “radikal bebas”, yakni molekul kecil reaktif penyebab kerusakan tubuh, yang dapat memicu terjadinya penyakit serius seperti jantung dan kanker.

Tetapi perlu kita ketahui, bahwa saat kita memakan cokelat, kita tidak tahu apakah cokelat itu mengandung banyak flavonoid atau tidak. Karena banyak tidaknya kandungan flavonoid sangat tergantung pada jenis cokelat. Jenis cokelat yang kandungannya flavonoidnya cukup tinggi adalah dark chocolate.

Cocoa bagus untuk Anda

Famili : Sterculiaceae

Genus dan species : Theobroma cacao

Resep Minuman Cokelat

Minuman cokelat bergizi yang cocok dihidangkan pada saat santai karena sangat praktis dan mudah dibuat serta membuat ketagihan. Berikut ini adalah beberapa resep minuman cokelat yang bisa dicoba dibuat dan cocok di konsumsi pada waktu senggang ataupun saat udara tengah dingin atau panas. Selamat mencoba!


Banana In chocolate Milkshake

Bahan :

500 cc susu murni dingin (low fat)

3 scoop chocolate ice cream

25 cc simple syrup (campuran gula dan air dengan perbandingan 1:2)

100 gr cream, kocok hingga kaku

2 buah pisang ambon

1 sendok the cokelat bubuk

Cara membuat :

1. Milkshake

Campur susu murni, chocolate ice cream dan simple syrup. Masukkan ke dalam blender dan mix selama 3 menit sampai tercampur rata. Sisihkan.

2. Siapkan gelas, potong pisang ambon sesuai selera, lapisi dengan krim kocok. Tuangkan chocolate milkshake.

3. Tambahkan krim kocok diatas chocolate milkshake, taburi dengan cokelat bubuk. Siap untuk disajikan.

Mousse Chocolate

Bahan :

5 butir telur

80 gram gula pasir

3 sdm gelatin larutkan dengan 50 ml air panas

250 gr cokelat masak (dark) lelehkan

250 ml cream kental

Hiasan : Whipped cream dan ceri merah

Cara membuat :

1. Kocok kuning telur dengan gula diatas api kecil dengan menggunakan 2 buah wadah, satu untuk air panas dan satu untuk adonan telur, kocok hingga lembut dan mengembang, angkat. Masukkan larutan gelatin dan cokelat masak yang telah dilelehkan, aduk rata.

2. Kocok cream kental hingga mengembang dalam keadaan dingin, kemudian campur dengan adonan telur, aduk rata.

3. Tuangkan ke dalam gelas, dinginkan selama 2 jam.

4. Sajikan dingin hias dengan whipped cream dan ceri merah untuk 6 gelas.

Minuman Cokelat Havermut

Bahan :

100 gr havermut instan (plain)

4 sdm gula pasir

25 gr cokelat bubuk

1.5 liter susu rendah lemak

2 butir kuning telur

Cara membuat :

1. Didihkan susu dan cokelat bubuk, ingat, sisakan sedikit untuk dicampurkan dengan kuning telur.

2. Setelah mendidih, pancing, aduk hingga rata dan hangat.

3. Tambahkan gula.

4. Bagi rata havermut ke dalam gelas, kemudian tuangkan susu hangat diatasnya. Sajikan hangat.

Hot Chocolate

Bahan :

3 ons cokelat hitam dengan kualitas terbaik

2 sendok teh campuran bubuk cokelat dan susu (perbandingan 3:1)

1 ½ sendok teh gula

1 ½ cangkir susu

3 cangkir es

Whipped Cream untuk hiasan

Irisan tipis dark chocolate sebagai hiasan

Cara membuat :

1. Potong cokelat hingga menjadi bagian-bagian kecil. Lelehkan.

2. Tambahkan gula, aduk terus hingga bahan-bahan tercampur. Angkat dan masukan setengah cangkir susu, lalu aduk hingga adonan terasa lembut. Diamkan sesuai suhu ruangan.

3. Masukkan sisa satu cangkir susu, campuran cokelat dan susu, serta es ke dalam blender dengan kecepatan tinggi hingga adonan lembut. Setelah itu, masukkan minuman ke dalam gelas saji dan tambahkan sedikit hiasan whipped cream dan irisan cokelat di atasnya.

Hot Chocolate With Orange

Bahan :

1 ½ cangkir bittersweet chocolate (dark)

½ cangkir susu bubuk

1 buah jeruk

Sedikit kayu manis untuk aroma

1 cangkir susu cair

Cara membuat :

1. Pertama-tama buat dulu campuran cokelatnya, masukkan susu bubuk, cokelat, buah jeruk, dan kayu manis ke dalam mangkuk besar. Aduk hingga merata sampai bisa mendapatkan warna yang cukup menarik. Biasanya ½ cangkir campuran cokelat untuk satu cangkir susu panas atau air.

2. Kemudian tuangkan susu ke dalam panci dan panaskan, tetapi jangan sampai mendidih. Lalu campurkan ke dalam campuran cokelat baru, didihkan. Bisa ditambahkan sedikit batang kayu manis sesuai selera.

Hot Chocolate Peppermint

Bahan :

1 ½ cangkir cream

1 ½ cangkir susu

¼ cangkir gula

Sejumput garam/seujung sendok the

6 ons dark bittersweet chocolate (dark), dicincang

3 tetes peppermint oil

Bubuk cokelat secukupnya

Cara pembuatan :

1. Masukkan cream, susu, gula, dan garam dalam panci.

2. Panaskan dengan suhu sedang. Saat cream sudah mulai terlihat menguap, masukkan cokelat yang telah dicincang. Kemudian diaduk hingga meleleh. Masukkan minyak peppermint.

3. Sajikan di dalam mug dan tabur bubuk cokelat secukupnya di atasnya.

Honey Chocolate Mousse

Bahan :

200 gr milk cooking chocolate, lelehkan

200 cc whipping cream

150 cc susu cair

3 kuning telur

100 gr gula pasir

1 putih telur

60 gr gelatin, larutkan dengan air panas

80 cc air panas, untuk melarutkan gelatin

100 cc madu

Cara membuat :

1. Kocok kuning telur dengan gula, tambahkan susu cair, masak diatas api sedang, sambil diaduk. Biarkan mendidih, matikan api.

2. Masukan gelatin yang telah dilarutkan dengan air panas, cokelat leleh, madu dan whipping cream. Aduk rata.

3. Kocok putih telur hingga kaku. Tuang ke dalam adonan madu, sambil aduk hingga semua bahan tercampur rata.

4. Tuang ke dalam gelas-gelas mousse dan hidangkan untuk 4 porsi. Masukkan lemari pendingin hingga kaku sampai siap dihidangkan.

Susu Cokelat Kayu Manis

Bahan :

1 liter susu putih cair

75 gr cokelat pekat (dark cooking chocolate dengan kandungan cocoa 70%)

1 sendok makan cocoa powder

Bubuk kayu manis secukupnya

Cara membuat :

1. Cincang kasar cokelat pekat

2. Panaskan suhu dengan menggunkan api kecil

3. Saat susu mulai beruap (jangan tunggu sampai mendidih) masukkan cokelat ke dalam susu, kemudian aduk rata.

4. Masukkan cocoa powder, aduk sampai cokelat meleleh dan menyatu dengan susu.

5. Tambahkan bubuk kayu manis secukupnya sesuai dengan selera.

6. Anda dapat menyajikan untuk 6 orang dalam keadaan hangat, maupun dingin.

(Jika anda ingin susu dingin, jangan menambahkan es batu pada susu cokelat, karena akan mengurangi cita rasa cokelat. Setelah uap panas susu hilang, masukkan susu cokelat tersebut ke dalam kulkas dan sajikan setelah dingin).

Hot Dark Chocolate

Bahan :

½ gelas susu tanpa lemak

1-2 sendok makan gula

1 ½ sendok makan cokelat masak (dark), kandungan cocoa 70%

1 gelas air mendidih

Cara membuat :

1. Campurkan susu, gula, dan cokelat dalam sebuah mug atau gelas.

2. Masukkan air mendidih, aduk rata

3. Hias dengan whipping cream sesuai dengan selera. Sajikan hangat

09 April 2009